Jumat, 15 April 2011

Geng: Tren-D, Pengembaraan Bermula

Yooooww semuaa!!! Salam gaul mameen, mumuun, mahmuud, siapapun kalian!! Yeaah! Yang disaanaaaa!!! Jogeed ciiin~~~!! Margonda digoyaaangghh~~

……..

Ehem. Oke, semenjak hari Rabu, tepatnya tanggal 16 Maret, sekolah gue libur selama 8 hari. Ya, anda tidak salah baca… ini benar-benar liburan yang sudah disertai label "Halal"!! HALAL!!! Mhuahahahaha, sudah lama diriku menunggu saat-saat ini!! Aku berhasil!! Dia hidup, dia hiduuuupp!!! Mhuahahahaha!!! (Lah lu kenapa ji?)


 

Satu-satunya masalah dalam liburan adalah cara menghabiskan waktu luang yang ada. Seperti kata Sun Tzu: "Pendapatan seorang pelajar akan berbanding menurun dengan lamanya periode liburan". Siapakah Sun Tzu? Dia adalah produsen sabun kecantikan (Eh, itu Shin Tzui deng.. Lalu apa hubungannya? Gak ada. Bodo amat.) Nah, dengan
budget yang rendah, seorang pelajar harus bisa bertahan hidup selama liburan, mereka harus bisa beradaptasi dengan lingkungan, ini hukum rimba, Bung!! Memakan atau dimakan!! UOOSH!!


 

Untuk itu, gue sudah mempertimbangkan siklus hidup penting yang gue lakukan selama 8 hari:

  • Bangun tidur antara jam 09.00-12.00. Jika tidak bangun di saat yang ditentukan, maka kemungkinannya ada dua. Gue bangun pagi, atau gue bangun di hari berikutnya. Ya kawan, seekor kebo pun ingin menjadi normal…
  • Jika gue udah bangun, gue akan mulai mencari hal yang bisa gue makan. Hidung gue bisa mendengus akan adanya keberadaan mangsa dari radius 100 meter (Semacam lagi di Discovery Channel gitu ya…). Apa yang ada di kulkas gue lumat. Sosis kakak gue pun ga lepas dari incaran. Dan biasanya sehabis itu gue bakal kejar-kejaran di rumah untuk menyelamatkan diri dari cengkraman ganas kakak gue yang haus akan darah perjaka (Ini maksudnya apa toh ?). Yeah, sleep like a baby, eat like a babi…
  • Abis makan, gue langsung ngeluyur keluar rumah mencari hiburan. Kalo ada duit, paling-paling main warnet, kalo ga ada duit, paling-paling gue ngerampok warteg dan mengancam pemiliknya dengan sandal jepit, terus main warnet. Rencana akan berjalan mulus kecuali pemilik warteg tersebut balas mengancam dengan penggorengan. Kalah damage deh gue…
  • Pas sore gue bakal pulang tanpa dosa, nongkong di ruang keluarga terus nonton Upil dan Ipil. Kalo udah abis, gue ganti channel dan nonton sinetron "Putri yang Ditukar Beras 5 Liter". Murah banget tuh si Putri? Masih kembalian Rp 3.500,- lagi!! Oke canda, ga mungkin gue nonton sinetron. (Lebih ga mungkin lagi kalo ada sinetron berjudul seperti di atas)
  • Malem hari, gue mencari tontonan menarik di tipi karena modem laptop sama sekali ga ada pulsa. Sialnya, kalo udah malem di tipi kebanyakan acaranya aneh-aneh. Emang sih beberapa ada yang memutar box office movies, tapi belum bisa menetralisir tontonan seperti tim pencari orang hilang kaya Termewek-mewek dan setiap kali dapet info mengejutkan pasti ada suara "Jegeerr!!" dan ada efek kamera gaje. Oke, lebih baik gue tidur.

Oke, gue akui itu benar-benar jadwal yang membosankan. Gue ingin pergi ke suatu tempat untuk menghabiskan waktu. Ke mana pun gue ga keberatan, selama dikasi ongkos. :-p


 

Tiba-tiba pada tanggal 20 Maret, hari Minggu gue dapat SMS mengejutkan dari Juhan, temen gue. Apa isinya? Enggak, Juhan gak nembak gue. Walaupun sebenernya gue tau Juhan nyimpen perasaan ke gue, tapi tampaknya dia belum berani untuk menyatakannya. Mungkin dia pejantan yang kerempeng seperti rempeyek kekar dan ringan atau bisa disebut kekeringan, tapi dia bukan tipe gue. (Oke, topik ini mulai aneh). Isi SMSnya adalah :


 

"TRIP KE 2 TREN-D!! Ragunan, Tanggal 22 Maret 2011 kumpul di Detta Marina!! Usahakan bawa bekal untuk makan siang di sana."

Sender: Juhan Eko


 

Yeeesss!!! Akhirnya, AKHIRNYA!!! Gue berkesempatan untuk menatap dunia luar… dunia luar!! Mhuahhaahha!! Aku rindu pada mu cahaya matahari!! Aku bebas, aku bebaaass!!! (Mulai melankolis) Gue pun membalas SMS Juhan.


 

"Bawa bekel Ju? Tenang aja, gue bawa kompor portable sama wajan. Kita masak salah satu penghuni di sana!! Mhuahahah. Ada yang doyan dengan "Trenggiling cah Semak2"?"

Message Sent. Ga sampe 5 menit, dia udah bales.

"Oke!! Nanti kita masak steak Akbar!! Hahahahaa!!"

Sender: Juhan Eko

Gue lalu bales.

"Yeah!! Nanti gue juga masak Sop Konro Juhan!! Uooh, pesta kanibal!!"

Message Sent. Ga sampai 1 menit, dia balas dengan singkat.

"Gue ga jadi ikut…"

Sender: Juhan Eko

Gue cengengesan.

"Ah ayolaahh… Kalau enggak, lu dijadiin tulang bakar aja, gimana? Penawaran yang sulit ditolak bukan?"


 

Intinya, malam itu gue SMS ngalor ngidul sama Juhan untuk mengobati rasa kangen dan hasrat yang membara menghibur diri. Tentunya si Juhan yang selalu gue pojokkan… mhuahhahah.


 

Hari H, gue bersiap-siap untuk berangkat. Jam 06.00 gue mandi (Iya, anda ga salah baca. Gue mandi. Pake aer, ga pake pasir), terus bawa barang-barang yang mungkin gue butuhkan di sana. Handphone, Jaket, Topi, Bekal dan Keripik Singkong buat ngejahilin Monyet di Ragunan untuk mengingatkan gue akan masa lalu sudah gue masukkan tas. Karena gue tahu Jakarta itu keras, gue membawa satu barang lagi, yaitu… Al-Quran. Hei, siapa tahu kan ada orang mau ngerampok gue, lalu gue bacakan Ayat Kursi terus perampok itu lari kocar kacir (Ini perampok atau demit?).


 

Jam 07.45 gue berangkat dari rumah menuju ke Detta Marina. Sampa Detta Marina gue kira gue yang paling telat, ga tahunya gue orang ke tiga pertama yang sampai. Pertama Akbar, Irfan terus gue. Ga berapa lama Arief dan Devina datang. Saat sampai, Arief pun menanyakan sesuatu yang ga masuk akal "Ber, lu bawa Laptop ga?". Oke, ga mungkin gue bawa laptop, kecuali gue mau tuker-tukeran e-mail FB sama penghuni Ragunan.


 

Jujur, saat itu perasaan gue ga enak. Gue udah menunggu bermenit-menit tapi yang lain belum datang. Bahkan Juhan dan Listia yang mempelopori acara juga belum datang. Gue memperhatikan sekeliling, mungkin ada kamera tersembunyi atau ada kru TV yang siap-siap mengejutkan gue dari belakang dan teriak "Kena deehh!! Lu dikibuliin!!".


 

Gue juga menatap curiga tukang buah yang sedari tadi duduk di seberang jalan sana. Gue berpikir keras "Jangan-jangan Tukang Buah itu Uya Kuya? Dan dia ingin menghipnotis gue, menepuk punggung gue dari belakang, lalu gue tenggelam dalam labirin bernama pikiran? Jangan-jangan gue nanti tanpa sengaja membongkar rahasia hubungan gelap gue dengan Angelina Jolie, dan… dan…. Aaaarrrghhh!!!" (Heboh dalam khayalan sendiri)


 

Saat gue mengutarakan kecurigaan gue ke Akbar, dia cuma jawab singkat "Lu goblok. Tau ga loe?" sambil cengengesan. Gue ga puas dengan jawaban Akbar. Oke, mungkin gue goblok, tapi bukan soal itu. Sebelum gue sempat menyambit tukang buah itu dengan sendal untuk memastikan apakah dia Uya Kuya, ternyata Listia dan yang lain udah datang. Cih, beruntung sekali tukang buah itu.


 

Jam 09.00 sudah terkumpul 13 orang yang siap berangkat, anak-anak lain ga ada kabar. Si Tarjo ga bales SMS gue, Alip lost contact, Ghufron bales SMS gue, tapi isinya cuma "Nananini nananananini!!!". Idiot.


 

Tapi sebelum berangkat, ternyata anak-anak lain kurang setuju ke Ragunan. Ada yang mau ke Kota Tua, ke Taman Bunga Mekarsari, ke Genggong (ini pilihannya Akbar), ke The Patch (ini pilihannya gue). Setidaknya ga ada yang mengusulkan kita nongkrong di fly over sampai malam menikmati kendaraan lalu lalang sambil berpelukan. Oh man, sorry. Di kelas gue ga ada anak segawuul itu.


 

Kemelut ini benar-benar membingungkan. Akhirnya setelah setengah jam, tekad bulat kita berubah menjadi pergi ke Kota Tua. Sebenernya gue juga ga mempermasalahkan, toh gue juga belum pernah ke Kota Tua.


 

Yak, akhirnya 13 orang yaitu Fuad (sebagai guide dan navigator), Juhan, Listia, Anis, Akbar (sebagai maskot), Rina, Arif, Irfan, Devina, Eva, Adhika, Cindy lalu Gue siap berangkat ke Kota Tua. Jadi, jangan heran kalau beberapa saat setelah ini Kota Tua akan muncul di Headline News dengan judul "Munculnya Crop Circle di Kota Tua" (Widih, ngeri). Yeah, We coming for peace!!!


 

Mula-mula kita naik angkot 06 jurusan Kampung Melayu dan kita akan turun di RS Harapan Bunda untuk naik Busway (bukan Bus Oren). Awalnya Fuad berniat untuk nyarter angkot tersebut untuk langsung ke Kota Tua dengan 70 ribu. Eh supirnya ngomong "Lho? Kota Tua dimana ya dek?". Setelah dijelaskan dimana Kota Tua tersebut, eh tuh Supir Angkot minta 150 ribu buat kesana. Lah, ga tahu diri.


 

Turun dari angkot, kita naik jembatan penyeberangan (Bukan, ini bukan jenis kendaraan. Ini adalah fasilitas untuk menyeberang, tepatnya… ah lu taulah). Terus kita masuk halte Busway, nongkrong di sana nunggu Busway. Gue ngeliat beberapa remaja yang tampaknya memiliki rencana yang sama seperti kita (Engga, mereka gak mau anarkis seperti kita). Tapi jurusan Kampung Melayu penuh melulu. Akhirnya kita balik lagi naik Busway ke Kampung Rambutan dan dari sana naik yang Kampung Melayu (Gue ga ngerti deh bener atau ga, gue itu buta arah.). Begitu sampai di halte yang tadi kita tongkrongin, gue ketemu lagi dengan remaja yang tadi. Gue nyeletuk "Eh, kayak kenal..". Anak-anak pada ngikik.


 

Karena penuh, anak-anak mayoritas pada berdiri. Sialnya, gue berdiri tepat di depan Akbar, alhasil gue digrepe-grepe sama Abay dari belakang. Gue menggelinjang gelisah (Ih jijik). Untuk mengantisipasinya, ketek gue posisikan menjorok ke arah hidung Abay. Abay megap-megap (Tepatnya menggelepar tersiksa dicekokin Gas Air Mata). Sekedar informasi, ketek gue itu baunya seperti kolor kebakar. Terlebih lagi diakumulasikan dengan bau sari ketek penumpang satu Busway, woogh… Abay semaput.


 

Di Busway, gue melihat sekeliling. Eva, Listia dan Anis ngerumpi. Arip, Irfan dan Juhan stay cool (padahal kaki udah gemeteran).
Rina pegangan sama tas Arip (Iye, emang ga ngefek sih). Abay masih sibuk cari mangsa untuk digrepe-grepe. Adhika Cindy dan Devina ga keliatan. Mungkin udah pingsan menghirup gas-keringat-mutan di Busway. Sedangkan, Fuad sang guide mengasingkan diri di belakang.


 

Kita pindah dari satu Busway ke Busway lain. Sekalinya dapet tempat duduk, ternyata tujuannya deket. Dan gue berdiri lagi, pegangan dengan tiang untuk menghadapi guncangan Busway yang bermanuver seperti kora-kora itu. Gue mikir "Widih, kalo gue seharian begini, mungkin tangan gue bakal berotot sendiri.. Atau putus."


 

Gak berapa lama kita sudah dekat dengan Kota Tua… Oke. Emang sedikit lama. Coba lihat tangan gue, udah lebih berisi. Enggak, itu bukan otot. Itu lemak yang membengkak. Gue dan yang lain berjalan kaki ke tujuan, tanpa dikomandoi gue sudah memimpin anak-anak lain untuk menyebrang jalan tanpa kasih tanda berhenti ke mobil yang berlalu lalang. Ya, ini adalah salah satu dari tiga bakat terpendam gue selain ahli kebersihan hidung (istilah kedokterannya "Ngupil") dan merias mayat. Anda tertarik berguru dengan saya?


 

Kita berjalan menyusuri jalan setapak yang dihiasi pedagang asongan yang menawarkan jasa Tatto permanen atau temporer. Tiba-tiba ada mobil SATPOL-PP melaju dari arah berlawanan. Kita semua terkejut, spontan gue teriak "Abaaayyy!!! Laaarrriiii!!!". Lalu Abay dengan segera narik roknya, ngelepas sepatu highheels nya dan dengan slow motion dia ambil langkah seribu dan ngejerit histeris antara panik dan mendesah. Abay pun menghilang di antara bayang-bayang pohon. Oke, bercanda. Saat itu gak ada penjaringan bencong-bencong liar. Tenang, Akbar masih sehat walafiat. Dia mulai mangkal besok.


 

Sampai Kota Tua, gue bengong. Gue melihat bangunan-bangun tua tak terawat yang mencerminkan sejarah yang kurang dihargai. Cukup menyedihkan memang, tapi apa yang kau harapkan? Daripada bermuram durja, kita pun menuju ke Mushola terdekat untuk ibadah. Sampai di Mushola, gue ngambil wudhu untuk bersiap-siap sholat (Iye, ga usah heboh). Setelah perebutan posisi tempat duduk yang adem karena ada kipas angin, kita akhirnya sholat dengan khusyuk.


 

Selesai sholat kita kembali ke Kota Tua, menuju ke Museum Fatahillah. Di sana kita melaksanakan sesi makan siang yang berarti berbahagialah yang membawa bekal dan mati sengsara kelaparan bagi yang gak bawa. Enggak deng, kita ga sekejam itu. Yah paling banter dibiarkan mati dehidrasi sampai jadi seperti ikan asin. Selain makan-makan, kita juga poto-poto di sana. (Note: Tidak ada anggota tubuh manusia yang diikut sertakan dalam sesi ini)


PEMIRSAAH!! Beenarkaah Tina Toon menjalin hubungan khusus dengan Widi Vierra seperti foto diatas? PEEMIIRSAAHH!!


Enggak, Abay ga lagi ngelahirin anak kucing di foto ini.


Iya, gue tau. Tampang mereka memang mesum.


Juhan, si Anak IPA dengan kepala yang tidak proporsional dengan tubuhnya. Enggak, dia ga kena Hidrosefalus.


Irfan: "Talk to my hand." Gue: "Okay, wait. Where is my hand?"


For your info, sebenernya di tangan kanan patung itu ada Hape berkamera.


Meskipun bukan ke Ragunan, tidak menutup kemungkinan anda bisa melihat primata langka seperti ini.


Si Idiot VS Si Jagur : Tampaknya si Jagur memimpin Bung! Cukup berbahaya…


 

Sedangkan yang lain makan bekel yang ga jauh-jauh dari Nasi Goreng atau Mi Goreng, gue sendiri ga napsu makan. Iye, serius. Bahkan melihat pantat Abay aja gue ga doyan (apa juga gitu hubungannya). Akhirnya keripik singkong yang gue niatkan untuk ngerjain monyet di Ragunan gue kasih ke Fued. Fuad pun dengan lahap membabi buta (udah babi, buta lagi) menghabiskan keripik singkong itu tanpa tahu perihal yang sesungguhnya.


 

Setelah puas makan, kita ke lantai atas Museum Fatahillah. Disana kita melihat perabotan kuno yang ditempel kertas bertuliskan "Dilarang Menyentuh". Gue pun bertingkah seperti Patrick Star di pameran museum ubur-ubur. Setiap gue melihat sesuatu, gue akan menjamah benda itu dan menggumam "Pegang.. pegang… pegang…". Iyeh, emank autis. Salah satu yang menarik perhatian gue adalah sebuah kasur kuno yang dibatasi tali. Gue pun berinisiatif untuk memberinya nama "Kasur Berderit Goyang Cikajang" (Nama khas Film Indonesia banget)


 

Sebenernya gue ga terlalu heboh di sini, cuma Juhan aja yang paling aktif. Dia bertingkah seperti guide wisatawan yang profesional sekali. "Lihat, lihat sebelah kanan kita!! Ini adalah tong sampah Alfonso De Alburqueque!! Dan di sebelahnya adalah stop kontak peninggalan Rafflesia Arnoldi!!". Pesan Moral: Terlalu lama berada di museum bisa membuat anda sulit membedakan antara realita dan imajinasi, hipertensi, dan kanker rahim.


 

Sesudah di Museum Fatahillah kita menuju Museum Wayang. Di sana kita melihat patung wayang, dari yang mirip Pak Sugeng (wali kelas X D), hingga wayang dengan aksesoris giginya yang mencakar langit. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil gue dan salah seorang temen gue. Kira-kira gini percakapannya.


 

OM (Orang Museum): "Dek, ga nonton film 3D?"

Gue: "Hah? (ga nangkep)

OM: "Iya, film 3D. Bagus lho, dek!!"

Gue: "Oooohh. Emang iya?"

OM: "Iya!! Gratis lagi!!"

TG (Temen Gue) : (teriak) "Woiii!! Nonton film 3D yook !! Gratis lhoo!!"


 

Anak-anak pun langsung berbondong-bondong menuju tempat yang dimaksud. Anjrit, gue malu abis. Dasar bleguk, giliran gratis aja doyan. Asal jangan kaya film silat Indos**r dengan siluman ular yang menggeliat ga jelas dan dengan latar musik orang paduan suara. "Haa haa haa haa haaaa… haaa haaa haaaa.. haa haaa haaa…"


 

Sampai di Studio Pemutaran Film 3D, ternyata cuma beberapa yang bisa masuk untuk nonton karena tempatnya terbatas. Akhinya yang ga ikut nonton tinggal, Gue, Listia, Akbar, Arief, Irfan, Juhan sama Fued seinget gue. Sembari menunggu anak-anak yang lain selesai, si Juhan mulai menyebarkan isu hoax ke kuping gue "Eh, ber. Lu tau gak? Sebenernya mereka di sana sedang di cuci otak!! Ya, CUCI OTAK!!" dengan nada hebohnya. Baiklah kita lihat nanti, apakah mereka semua akan keluar ruangan seperti zombie dengan tatapan kosong dan menggumam "Aku suka wayaang… aku suka wayang….". Dan ini adalah beberapa poto jepretan gue.


Gue : "Ih, serem ya boneka ini!". Gue nengok ke belakang, tiba-tiba… "Kyaaaa!!!" Oh, itu ternyata Listia.


Men, bulu dada di boneka itu bulu beneran. Yang gue pikirkan adalah berapa banyak bulu ketek yang mereka eksploitasi untuk membuat sebuah boneka tersebut.


Ada yang sadar ga sih kalo sebenernya boneka Unyil itu sama semua? Andaikan Pak Ogah pake kumis pun akan terlihat seperti Pak Raden salah model rambut top collection.


Ga kebayang kalo benda ini melayang-layang di rumah gue. Gue mungkin akan ngelindur "Mbak? Mbak Yasmi? Kaukah itu?"


Salah satu boneka yang tidak mendidik. Tidak ada seseorang yang memilki bulu hidung sebrutal di atas.


Seperti Aming yang telah diawetkan dan dijadikan boneka.


 

Sementara Juhan masih sibuk menjad Guide kurang waras dan masih heboh dengan hanya melihat stop kontak, gue pun mengitari ruangan untuk melihat-lihat. Gue terkesima melihat Gatot Kaca yang digantung dengan otot kawat, tulang baja dan kumis ulat bulunya. Wiihh, kereen. Ga kalah keren dengan Superman, Batman atau Sailor Moon. Kenapa juga Sailor Moon? Karena saya hobi keramas dengan deodoran. (Ga nyambung, bego)


 

Gak berapa lama, anak-anak yang lain naik ke atas dan menghampiri kita. Baiklah ini saatnya kita buktikan apakah teori Juhan tentang cuci otak itu benar atau tidak. Tapi gue perhatikan tidak ada perubahan fisik dari mereka yang seperti gue kira (Mirip zombie, mata ke atas, tangan menjulur ke depan, ingus meler, memproduksi iler secara berlebihan). Atau jangan-jangan telah terjadi perubahan dengan mental mereka? Gue ingin mencoba mengambil salah satu wayang dan menggoyang-goyangnya di depan wajah mereka, mungkin lidah mereka akan melet-melet dan mengibaskan ekor. Lalu saat gue lempar wayang tersebut, mereka akan mengejarnya dan mengembalikannya ke tangan gue. Oke, gue sadar. Mereka bukan Doberman.


 

Beberapa menit kemudian, kita memutuskan untuk foto bersama di sana (Tentu saja setelah gue pastikan kondisi mereka normal. Gue ga mau saat difoto, dan blitz menyala mereka mengamuk dan mulai menggerogoti sepatu masing-masing. Akibatnya bisa fatal.)


Dari kiri ke kanan: Gue, Devina, Adhika, Juhan, Anis, Rina, Arief, Eva dan Akbar… para Remaja Gawwoul..


 

Dari foto di atas, yang paling menonjol tentu saja dua biji Patung Asmat penjaga gerbang di kiri dan kanan. Patung-patung tersebut seakan mencerminkan bahwa yang kiri melambangkan kebijaksanaan dan yang kanan melambangkan kehancuran dunia fana. (Kenape? Protes? Ga suka? Trus salah gue? Salah temen-temen gue? Sakit jiwa lu ya..!!)


 

Setelah puas menggila ria, kita kembali ke lantai bawah dan ke sudut ruangan lain yang cukup luas. Di sana beberapa anak beli souvenir (kayanya sih cuma liat liat, ga niat beli.. Sayang sekali, proses cuci otaknya gagal…), ada jg yang beli minuman dingin. Berhubung gue haus, gue beli minuman ringan Teh sensasi dingin bermerek. Pas gue teguk, gue diem beberapa detik, mencoba mengingat di mana gue pernah merasakan rasa ini. Bayang-bayang samar pun mulai muncul dalam pikiran… botolnya biru, berbentuk silinder kecil, tutupnya putih, di depan botol ada tulisan "JOYKO"… Anjrit, rasanya kaya TIPE-X!! Note: Jika anda suatu hari melihat saya dengan organ tubuh putih luar dalam, jangan panik. Itu bukan karena saya memakai Pond's Age Miracle melebihi batas yang bisa ditolerir. Segera telepon Densus 88.

Ga berapa lama, kita keluar karena museum mau ditutup. Berhubung sudah sore, kita berencana untuk pulang secepatnya sebelum bokap masing-masing sudah menunggu di depan rumah dengan celurit di tangan kiri dan gunting rumput di tangan kanan, lalu menegur anaknya dengan tampang garang "Mau pulang jam berapa kamu hah?! Mau pulang jam berapa!! Jawab!! Lho, lho? Nak, kenapa lari!! Hei kembali!! Bantu Bapak potong ilalang!!". Horror. Meskipun salah paham, tetep aja horror.


 

Fuad dan Irfan pun meninggalkan rombongan menuju stasiun untuk beli tiket kereta Express. Karena Fuad sebagai guide pergi, rombongan yang tersisa pun kehilangan tujuan hidup. Banyak yang menjadi galau, ada yang jerit-jerit, ada yang garuk-garuk tanah, ada yang ngerayu abang-abang penjual minuman Sepirit dan Panta (sepertinya anda bisa menebak siapa), ada yang makan cilok (Adhika yang makan, jauh jauh ke kota tua makannya Cilok juga… -_-).


 

Sedangkan gue menikmati panorama sejauh mata memandang hanya melihat gedung-gedung gak terawat, terus bule, murid SMA yang cabut, terus bule cewe berambut pirang bertampang bening, terus… Eh, bentar. Liat lagi ahh yang tadi… (Beuugh… doyan…)


 

Tiba-tiba…. "Kyaaaaaa!!! Duuaaaakkkk!!". Ada apa itu? Jangan-jangan Abay lagi cipokan sama Abang-abang tukang jam yang tidak beruntung? (Gila, dicipok apa disundul?) Oh ternyata sodara-sodara, ada pengunjung yang cedera karena sepedanya nabrak lampu taman dan jatuh guling-guling, lalu dia pun koprol, salto satu kali, dua kali, daaaan tiga kali!!! Nilai sempurna!!! Oke, becanda. Gue ga lagi nonton turnamen senam.


 

Beberapa detik kemudian…. "Kyaaaaaa!!! GUBRAAAAKKKK!!!". Ouch!!! Ada dua pengunjung yang saling bertabrakan sepedanya, Bung!!! Gue heran. Lalu gue pun menciptakan beberapa analisis mengapa ini terjadi:


 

1. Analisis pertama adalah, pengunjung di sini doyan menabrakkan diri. Ini kurang masuk akal karena gue juga pengunjung Kota Tua dan gue ga doyan tuh. Oke, mungkin nyeruduk salah satu pengunjung pernah, tapi ga parah-parah amat. Orangnya cuma patah dua tulang rusuknya kok, cuma itu. (Gokil, abis ditabrak lari truk gandeng)


 

2. Analisis kedua adalah, mungkin para pengunjung sedang melakukan ritual sebuah legenda terkenal Kota Tua yang ga gue ketahui. Mungkin pada tahun 80-90'an ada cewe dari kalangan pribumi tak sengaja tertabrak sepeda cowo dari golongan kompeni yang salah satu anggota boyband "K-MOETZ" atau biasa disebut Kompeni Imoet Zekali (Ya, gue juga baru tahu kalo tahun 80'an udah ada Boyband). Mereka pun saling jatuh cinta, namun status yang berbeda mengharuskan mereka backstreet. Beberapa episode kemudian si cowo mengalami kecelakaan lalu lintas (Kudanya nginjek beling, jadi hilang kendali. Sayang waktu itu belum ada tukang tambal tapal kuda.) dan si cowo mengalami Amnesia dan muncullah kembaran si cowo. Wooogghh, seru!!


 

3. Analisis terakhir yang menurut gue lebih masuk akal adalah, bahwa sepeda yang disewakan disini REMNYA DIJUAL TERPISAH. Hmmm, sangat masuk akal (Hei, kalau baterai bisa, kenapa rem tidak?). Juhan pun mendengus bau bisnis. Dengusnya semakin keras. Lebih keras. Oh, Juhan tampaknya kebelet berak.


 

Beberapa menit kemudian, setelah puas melihat adegan tabrakan bombom car, kita menyusul Fuad dan Irfan yang lebih dulu ke stasiun untuk beli tiket kereta Express. Sampe di sana, kita sholat dahulu karena kereta berangkat sekitar setengah jam lagi. Satu-satunya yang gue inget dari musholla di stasiun adalah air wudhunya yang rasanya anyep. Kaya abis kumur-kumur dengan oralit oplosan.


 

Ga berapa lama, kita langsung menuju stasiun dan mendapati kereta udah ngetem. Kita langsung masuk, nyari tempat duduk. Berhubung rame, kita jadi mencar di beda-beda gerbong. Yang satu gerbong dengan gue (dan yang keliatan) cuma Fuad, Juhan, Akbar, dan Anis. Gue pun menjadi terbiasa mendengar tawaran para pedagang asongan yang masuk sebelum kereta berangkat. "Lontong lontong lontong… Tahu tahu tahu… Mijon mijon mijon… Cewek cewek cewek…. (?)".


 

Kereta pun berjalan, dan gue menghabiskan waktu dengan berSMS-ria dengan Juhan, Fuad dengerin music di sebelah gue, Akbar yang duduk di sebelah Juhan diem-diem aja (Atau lagi grepe-grepe tulang kering kerontang tubuh Juhan yang kurang berisi.) dan Anis pun tidur layaknya beruang Hibernasi.


 


Anis, sedang tidur ngiler sedangkan bapak-bapak di sebelahnya secara bertahap tergencet seperti tanah liat..


 

Waktu berlalu, gue liat Juhan udah diem (Atau menikmati digrepe-grepe Akbar), Anis masih terlelap dan Fuad pura-pura tidur karena seorang pria yang lagi baca buku dan berdiri di depan kita selalu berdehem yang seakan menyatakan "Ehem ehem… Gue lagi baca buku nih.. Ehem ehem… Kasih gue tempat duduk donk… Ehem Ehem EHEM, Ohook ohook ohooeekk… (Bengek)"


 

Beberapa jam kemudian, kita sampai di Stasiun UI, dan di sini Fuad tidak berfungi sebagai guide semestinya. Kenapa? Karena ini adalah daerah territorial gue dan Akbar. Huahahahhahaha… (Kaki naik ke kursi, ngisep rokok Marlboro terus ngancem "Heeeh!!!! Duit!! DUIT!!!" Wih, preman pengkolan.). Beberapa anak-anak lain naik angkot jurusan PAL dan Gue, Akbar, Anis, Fuad, Juhan, dan lain lain naik jurusan Kampung Rambutan. Berhubung gue ga betah duduk dekat Akbar gara-gara dilecehkan, gue pindah duduk di depan (Enggak, gue gak duduk di kap mobil). Gue dan Akbar turun di perapatan Gundar dan gue pun buru-buru ngacir nyari ojek sebelum nafsu birahi Akbar membara lagi.


 

Yep, this is it!! Trip ke dua Tren-D!! Meskipun tak sebanyak yang pertama, tapi cukup seru kan?


 

FYI: Gue menyelesaikan posting ini dalam jangka waktu 3 Minggu gue lebih. God, maafkanlah atas kelambatan saya menuntaskan Blog ini. BTW, gue besok ke Bali lhooo!! Yuuuhuuu!!! Bali, Aim Kamiinngg!!!

Kamis, 03 Februari 2011

Kata Pengantar. Hmm, Siapa itu 'Pengantar'?

Heyyooo guys!! Kembali lagi… uhuk uhuk… dalam acara… ohoek ohoeekk… Oke oke, bentar. Ambil kemoceng dulu. Terlalu banyak sarang laba-laba dan debu di sini. Sepertinya pembuatnya sudah meninggalkan situs blog pra-sejarah ini. Betapa berkarat dan primitif situs ini. Bahkan foto ini sangat mengerikan. Lihat, betapa menyedihkan wajah orang ini. Seperti seonggok berang-berang yang terperangkap rayuan salesman pembalut wanita. Tunggu, sepertinya itu profile picture FB saya.

Oke fokus. Fokus. Konsentrasi. Tatap mata saya. Masuk dalam pikiran anda. Jauh lebih dalam. Jauh lebih dalam. Sudah ke dalam? Sekarang ambilkan kunci motor saya di dalam…. Uhhhh, oke oke. Fokus ji, fokus. Hokus Fokus!! Lu harus menyelesaikan postingan ini dengan gaya manusia sewajarnya, jangan sampai identitas mu terbongkar!! Sebentar. Memangnya saya bukan manusia? Lalu saya apa?? Whoaa!! Ada seribuan di bawah keyboard!! *heboh*

………..

Ahirnya, bisa serius. Setelah jari bisa dijinakkan sekaligus uang seribuan masuk kantong, gue bisa melanjutkan postingan ini. Ya, gue akui sekarang gue (sangat) jarang mengisi blog ini. Gue juga mengakui kalo sebenernya gue nyaris lupa ID dan Password blog gue. Gue juga ngaku pernah nyolong Nutrisari di supermarket. Dan gue juga mengakui kalo gue simpenan Dian Sastro. Oke, sekarang gue sadar ini bukan blog pengakuan dosa.

Sebenernya gue juga agak males isi blog lagi. Bukan karena ga ada ide, cuma karena males. Justru gue sangat banyak inspirasi buat isi blog, hingga mengendap dalam otak gue. Saking lamanya mengendap, semua ide itu menjadi fosil dan tertimbun terus menerus hingga terjadi reaksi kimiawi yang merubah jasad-jasad renik tersebut menjadi senyawa kimia…. E=mc² dan sinα + sinβ=2sin1+2αβ-cos1 2α+β dengan cosα+cosβ=2cos1-2α+βxcos12αβ lalu, voila!!
Zuuunnggg…. Bzzzzz…. Kraakkk… Brrrbbbbtt brrrrbbbbttt…… Pppssshhhh….

*****

Otak: “Perhatian, otak dalam bahaya!! Perhatian, otak anda dalam bahaya!!”
Gue: “….. Huh? A-ada apa ini? Saya di mana? Kenapa boxer mickey mouse saya bolong?!”
Otak: “Tolong untuk semua memori yang berkepentingan pergi menuju Emergency Room. Segera!!”
Gue: “S-siapa yang bicara itu?!”
Otak: “Terutama untuk memori episode terkini dari sinetron CInta Fitri Season 7. Sang pemilik otak tidak ingin ketinggalan update. Harap cepat!!”
Gue: “Otak? Kau kah itu otak?! Ada apa ini sebenarnya??”
Otak: “Memulai program install ulang. Countdown dimulai. 5… 4… 3…. 2…1”
Gue: “Install ulang? Untuk apa?!Oh ya, sebelumnya terima kasih sudah menyelamatkan memori episode tersebut… Tunggu, hentikan program install ulang!! Semua baik-baik saja!! ‘Cause everything it’s gonna be okay.. yeah yeah....”
Otak: “Pala loe berasep goblok!!!”
Gue: “-Ya Sudahlah... Oh, shit!!”

*****

Err, tadi sampai mana? Oh, anda membaca percakapan diatas? Ah, itu hanya gurauan semata, ahaha haha haha…. (Sembunyiin hydrant di bawah meja). Oke, kita lanjutkan. Anda sudah tau kan kenapa gue jarang mengisi blog ini? Lalu, kenapa sekarang gue isi blog ini? Sejujurnya, ini karena desakan umat-umat ku yang setia yang memohon gue segera mengisi blog ini dengan wahyu-wahyu Tuhan yang sanggup melengkapi Kitab Pemuja Keripik Singkong dan menuntun dunia yang tersesat ini menuju zaman kejayaan bagi seseorang yang suka pisang keju, lalu sesuai ramalan Charles Darwin maka saya pun akan diangkat sebagai Imam di Bumi Pertiwi. Saat itu dialah, pahlawan kita... (semacam sekte yang ga berlisensi SNI gitu kali ya...?)





Oh, tidak. Sepertinya tujuan terselubung saya membuat blog ini sudah terbeberkan. Ah, tidak apa-apa deh. Itu juga sudah menjadi rahasia publik. Baiklah, bagi yang tertarik dengan aliran saya, silahkan ambil formulir pendaftaran di radio kota anda (Lu kata proses audisi ajang pencarian bakat?). Jika anda wanita jomblo, jangan lupa cantumkan nomor hape anda. Jika anda cowo jomblo, plis jangan taro poto ‘super imut’ anda di formulir. Jika anda bukan cowo atau pun cewe (tidak penting anda jomblo atau tidak. Saya tidak berminat), segera hubungi ahli botani dibidang tumbuhan berkelamin ganda.

Back to the topic, kenapa gue mulai mengisi blog ini? Karena beribu-ribu fans gue menanyakan kenapa gue jarang mengisi blog lagi (Oke, lebay. Sebenarnya yang nanya bisa diitung pake jari orang buntung). Mereka kehilangan tujuan hidup jika tidak membaca blog gue. Gue pernah memergoki salah satu pembaca blog gue dan mendapati dia ingin bunuh diri dengan menenggak susu bantal Real Good (rasa Mangga Tetangga Sebelah lho!! Limited Edition!!) melebihi batas yang bisa ditolerir. Gue panik. Kenapa gue panik? Bukankah itu wajar? Itu tidak wajar. Tidak wajar, jika anda minum susu bantal tanpa Sosis SoNice. Seperti prinsip para Grandmaster Catur: “Ingin seperti saya? Makan makanan bermutu, dan berlatih keras!!”. Yeah, siapa yang ga pengen jadi Grandmaster catur? Itung-itung bisa pamer skill di pos siskamling.

Sebenernya gue bingung mau isi postingan ini mulai dari mana, dengan apa, semalam berbuat apa? Yolandaaa….. (Sadar woi, sadar!) Rencananya pengen isi cerita-cerita gue di kelas XI (walaupun tidak ‘semeriah‘ dulu waktu kelas X menurut gue), tapi kayaknya kebanyakan. Well, daripada isi posting blog ini kebanyakan (Baca : sebelum jari gue menggeliat dan menggelepar kesakitan diatas keyboard dengan jempol sampai kelingking melenting-lenting), mending ‘kata pengantar’ ini aja yang gue posting. Lagipula sudah cukup banyak kan ? Posting berikutnya akan gue isi dengan rencana TO ke Bali. See Yaaa!!!

BTW, kok sekarang blogger jadi aneh ya? Jadi belibet... apa kemampuan otak gue yg menurun? (Sepertinya survei membuktikan orang2 memilih jawaban ke 2... cocok....)

Selasa, 23 Maret 2010

Mari Kita Menjelajahi Jakarta!!

Hari itu hari biasa, bangun tidur gw meliuk2an badan gw di kasur beberapa menit untuk mendapatkan kesadaran, lalu gw bangun dari kasur sambil garuk2 rambut yg acak2 bagaikan anak idiot bangkit dari kubur.

Namun hari ini ada hal yg akan terjadi. Bukan, ponakan gw bukannya akan dicalonkan sebagai Menteri Kehutanan Yang Maha Esa (Eh? Itumah KeTuhanan ya? Lagian emank ada?). Yang bener adalah, gw sama temen2 satu kelas SMA gw berniat untuk pergi ke Planetarium di TIM. Aparat di setiap daerah pun menyiapkan diri kalau2 ada kerusuhan, mereka siap melontarkan gas air mata buaya kalau2 tindakan temen2 gw mulai anarkis. Kalaupun stok gas abis, mereka akan memblokir jalan dengan membakar kolor2. Heboh abis.

Rencananya ngumpul di Detta Marina (pabrik yg terletak di sebelah Halte deket SMA gw. Isunya, Detta Marina itu adalah pabrik kancut.. hii) jam setengah 8. Gw jam 7 belom berangkat jg. Bego. Ya maklum, gw nungguin Alip yg katanya mau nitip motor di rumah gw, tp tuh bocah ga nongol2 jg. Eh, tiba2 hape gw geter, gw liad ada SMS dari Listya: "Ji, Alip ga jadi nitip motor, dia naik angkot"... Monyet.

Berhubung gw orangnya sangat waspada, jadi gw mempersiapkan hal2 yg mungkin gw butuhkan di sana. Gw bawa: Hape, Dompet, Jaket, Game Boy Advance, Kalung yg gw beli saat perpisahan SMP, satu bungkus permen karet, dan satu buah pensil mekanik tanpa isi pensil... Sungguh tidak berguna.

Gw ke Detta Marina naek Ojek. Nyampe sana, gw liad di Haltenya, kok cuma ada Siti sama Devina?? Begitu gw turun dari motor, eh tuh 2 bocah udah ilang. Gw celingukan nyari, ternyata mereka udah nyebrang dan nyamperin anak2 yg ngumpul di seberang Detta Marina. Yee gimana sih?

Gw nyebrang lalu samperin mereka. Kira2 udah ngumpul 10 org lebih lah. Gw pun kumpul2 dan becanda2 sama mereka. Gw dapat info dari temen gw, ternyata SMA 99 (sekolah gw) kok kayanya anak klas 3 nya ga UN? Kata dia anak2 Klas 3 masih seliweran di lapangan waktu dia liat tadi (ini mau UN atau mau casting jd tuyul?). Gw pun beralasan "Ah, mungkin UN nya pake gaya baru kali. UN terbuka kali tuh, jd sekalian out bound gtu. Jadi cari jawaban soalnya di alam.". Jawaban gw ini pun disambut dengan gaplokan Akbar ke kepala gw dan dia ngomong "Wahahha, ngaco loe!".

Waktu berlalu, makin lama anak2 makin banyak yg nongol. Kita tinggal nunggu Tarjo. Semenit... dua menit.. setengah jam... setengah jam lebih... kaga muncul2 jg Tarjo. Mana tuh bocah? Ga berapa lama dia dateng. Pas dia dateng, rencana kita naik Busway terbengkalai, jadinya kita berniat nyarter Angkot yg daritadi ngetem di depan jidat gw.

Anak2 nawar ke supir angkotnya. Awalnya 200rb buat nyampe planetarium (ga bolak balik), tp 250rb buat bolak balik. Akhirnya kita nawar 150rb (ga bolak balik) dan dia terima. Tp gw perhatiin Angkotnya lalu mikir "Emank muat??". Kita sekitar 20 orang, dan angkot itu cuma muat 10 org. Emank sih ada mobilnya Ajis, tp kan mobil Ajis muat brp org? Palingan cuma 7.

Gw membayangkan kalo kita naik angkot. Ada yg di atas atap angkot, ada yg duduk di knalpot, ada yg palanya nongol keluar saking ga muatnya. Tragis. Akhirnya kita ga jadi nyarter angkot. Lagipula Anis mendapat Informasi dari Supirnya, gini:

Anis: "Uda deh, kita naik bus aja!"
Gw: "Lah? Emank knp angkotnya?"
Anis: "Ga tau tuh, katanya GLADIATORnya rusak..."
Gw: "Eh? Gladiator? Radiator kali!!"
Anis: "Eh iya, radiator!!"
Semua anak: "WAKAKAKKAAKAKAKAK!!!" (ngakak ga kira2)

Oke deh, berhubung kata Anis "gladiator" angkot yg mau kita carter rusak, kita naik angkot 06 yg menuju Kampung Melayu dan naik bus dari sana. Yang naik angkot antara lain Gw, Alip, Tarjo, Akbar, Arief, Irfan, Juhan, Sinyo (ini kubu cowo yg naek angkot). Teo sama Endah (cewenya) dan Irish naek mobil Ajis. Sisanya anak2 cewe naek angkot 06 yg laen.

Di angkot, untuk mengisi waktu, gw ngecengin Akbar yg berdandan seperti turis: baju lengan panjang, celana pendek, dan tas ransel. Tinggal ditambahin topi sama bedak tebel di seluruh tubuh, jadilah turis dari Australia yg nyasar. Tapi sayang, wajah Akbar lebih mirip orang dari Suku Aborigin yg abis nelen kerikil.

Ga berapa lama kemudian, kita yg di angkot berasa kok kayanya jauh bener Kampung Melayu? Jangan2 kita salah naik angkot? Jangan2 kita naik angkot jurusan Depok-Botszwana?? (ada gitu?)

Sebelum kita beneran kesasar, akhirnya kita mengutus Irfan yg didaulat paling tenang di sini untuk bertanya ke supir nya bahwa masih jauh atau tidak Kampung Melayu itu. Setidaknya jawabannya memuaskan: "Masih jauh kok dek!!" berarti kita ga melenceng dari jalur. Namun jawaban tambahan sopirnya lumayan bikin nyesek: "Yaudah dek, sini bayar dulu nanti biar gampang. Sini bayar 5 RIBU MASING2!!!". Bhodat. Uda gitu gw bayarin Alip lg (walaupun akhirnya diganti sama dia). Tetep aja, Bhodat. Bhodatz kuadrat. Ini namanya sesuai dengan peribahasa "Malu bertanya, sesat di jalan. Berani bertanya, uang melayang..". -_-

Nyampe di Kampung Melayu, gw sama tarjo nyeletuk. "Widiihh VIP bener dah angkot kitaa!!" ato "Tauk nih, enak bener dah angkotnya nyampe Kampung Rambutan". Biasanya omongan yg terakhir itu bakal di jawab rame2 "Kampung Rambutan sama Kampung Melayu beda jauh bego!!".

Sampe di Kampung Melayu, sang guide, alias fued berjalan nyebrang tanpa bilang2 dan nongkrong di sebelah mobil SATPOL-PP. Gw lalu teriak: "WoW!! Ternyata fued udah nyarter mobil SATPOL-PP!! Salut gw!!". Anak2 ngakak.

Bus 502 yg mau kita naiki pun dateng, anak2 langsung bejubel masuk layaknya babi lepas. Fued yg ga dapet tempat duduk, akhirnya dia pun berdiri dan pegangan sambil pala celingukan ke luar bus layaknya kapten kapal. Hal2 yg paling berkesan saat itu adalah keneknya yg sangat atraktif dan gw bayarin alip dkk. Lagi.

Sampe di tujuan, hal yg gw tau ttg TIM itu adalah... ada gedungnya. So pasti kan? Dan anehnya kita turun di sebuah jalan yg ga begitu luas, dan hanya ada satu belokan. Apa ini? Inikah yg namanya TIM? Apakah TIM berada di sebuah komplek perumahan?

Dan ternyata di ujung belokan itu si TIM nangkring. Ga nyangka gw. Si Ajis yg naik mobil uda nyampe duluan sambil minum Pocari Sweat. Seinget gw waktu itu ada yg nyeletuk "Ih sapa nih, udah naik mobil, ga jalan kaki, ga naik bus, udah minum duluan lagi.." dalem bo.

Akhirnya Ajis pun masuk ke dalem dan hendak memesan tiket. Ajis keluar dan katanya masih ada sisa bangku buat 30 org, dan entah apa yg merasuki Ajis, dia ga ngambil tuh tiket. Akhirnya Anis dan Listya masuk lagi, pas mau mesen, mereka menghadapi kenyataan menyakitkan bahwa.. KITA HANYA BISA PESEN YG JAM 16.30!! UOOHH!!! Mau balik jam rapa gw? Kalopun gw balik, pasti gw digaplokin sama nyokap.

Anak2 mulai terlihat frustasi. Ada yg sibuk main rubik, ada yg smsan, ada yg sok tau pura2 masuk ke planetarium sambil ngeliat galeri2 di sana, padahal niatnya ngadem (bukti nyata: gw). Yang paling frustasi sepertinya Anis. Saking stressnya, saat dia melihat anak2 TK memasuki Planetarium, dia langsung ngomong "Dadaaah!! Dadaaaah!! Nanti ceritain ya pilmnya gimana!!" Gw ngakak sejadi2nya.

Anak2 akhirnya melaksanakan PLAN B: "The Revenge Of X-D". Kita menuju Monumen Nasioanl a.k.a Monas. Bbrp anak cewe naek mobil Ajis, sedangkan Gw, Alip, Tarjo, Arief, Teo + Endah, Adhika, Anis dll naek Metromini. Sebelum gw nyebrang jalan, gw mengepalkan jemari gw ke arah Planetarium dan ngomong "I'll be back!! sooner or later!!"

Kita jalan lagi melalui belokan yg tadi menuju jalan raya. Dalam perjalan itu, Teo dan Endah, mengumbar kemesraan layaknya pasangan Indiahe. Mereka gendong2an, pangku2an dll, sedangkan Akbar sama Tarjo udah main dokter2an. Dalam metromini pun, teo ga berhenti juga mesra2an. Serasi abis dah.

Nyampe di Monas, Juhan di telpon sama anak2 di mobil Ajis, gw ga tau sapa. Dan ternyata mereka ke Museum Nasional. Nice. Gw kurang tau, tp sepertinya gini percakapannya:

Lawan Bicara Juhan (LBJ: "Udah nyampe mana?"
Juhan: "Udah nyampe Monas nih!!"
LBJ; "Oh yaudah deh.. nanti janjian di mana?"
Adhika (tiba2 nyerocos): "Bilang aja tuh, kita lagi di tempat yg ada BUS ORENnya!!"
Gw: "Dhik, ini nama BUSWAY, bukannya BUS OREN.. jangan udik deh.."
Semuanya: "WAKKAKKAKA...!!"

Nyampe di gerbang Monas, niatnya sih kita mau ke Monasnya naek kereta oren (oke, gw ga tau namanya, yg pasti bukan "KeretaWay", gw ga akan mengulangi kesalahan Adhika). Tapi ga tau knp ga jadi, dan kita akhirnya jalan kaki untuk nyampe Monasnya.

Saat melewati gerbang pertama, ternyata gerbangnya ditutup. Kita jalan lagi, nyampe gerbang ke dua. Ternyata ditutup juga. Kita lalu jalan lagi menuju gerbang ketiga, keempat gitu terus sampe brojol.

Dengan teriknya sinar matahari yg memanggang tubuh gw, gw seperti di Gurun Pasir. Tiba2 mata gw mulai menunjukan fatamorgana. Gw seperti melihat oasis dari kejauhan. Gw langsung lari sambil teriak2 "Airr!! Aiiir!!!". Pas gw nyampe di oasis itu, ternyata itu adalah papan penunjuk jalan bertuliskan: PINTU MASUK MELALUI TEROWONGAN lengkap dgn tanda panah. Fantadh, dari tadi kek!!

Sampe di dalam Monas, gw sama temen2 gw langsung berleha2. Alip dengering musik lewat headset, Teo masih sibuk dgn Endah, Akbar sempet2nya nyari setoran, dan gw sama Rangga (Tarjo) tidur2an di musholla layaknya paus terdampar.

Di dalam Monas itu, selain gw mengetahui alasan Akbar yg ternyata dia pake celana pendek cuma buat biar ga bisa solat, gw jg menemui anak kecil yg sok akrab banget sama gw dan temen2 gw. Bocah itu bernama Sari. Lebih lengkapnya Sari Ayu. Lebih tepatnya lagi Sari Ayu Martha Tilaar (lho kok jd kosmetik?). Oke gw ngaco. Yang pasti si Sari Ayu ini sok akrab bener sama gw. Gw sama Tarjo dikira sodaraan lah, Teo sama Endah digosipin lah. Yang paling gw inget tuh percakapan gw sama dia yg ini

Sari Ayu: "Eh, kamu orang kristen ya?"
Gw: "Kaga tuh..."
Sari Ayu: "Ah jangan boong, kristen kan?"
Gw: "KAGA, set dah"
Sari Ayu: "Ah masa?"
Gw: "Iya bener, gw bukan kristen! Gw islam!!"
Sari Ayu: "....."
Gw: "......."
Sari Ayu: "Ah masa? Jangan boong deh...!!"

GyaaaahH!! Emank tampang gw seperti orang kristen kah? Emank di dada gw ada tatto salib kah?? Gw islam mameeenn!! Saat itu gw pengen sekali menjawab seperti ini: "Oke gw mau ngaku, gw sebenernya Totemisme. Gw nyembah hewan seperti tokek berkepala 3, ataupun bekicot berwajah platipus. Mereka hewan2 suci. Dan kau tahu tumbal apa yg gw persembahkan untuk mereka? Ya anak2 seperti kamu ini..." bisa dipastikan anak itu langsung ngibrit dan jerit "Mammmiiii!!!".

Anak2 yg lain akhirnya udah nyampe. Kita pun hendak naik ke lantai atas, buat moto pemandangan. Setelah beli tiketnya, kita ngantri buat naek lift. Saat ngantri kita sempet becanda dan ngecengin Listya sedikit. Oke ralat, mungkin banyak.

Saat naik lift, kita naik dengan santai. Dalam lift, gw memberi wangsit sama Anis: "Nis, jangan kentut ya, apalagi di ruang tertutup gini..". Satu lift ngakak.

Sebenernya ga ada apa2 di lift ini sampai kita melewati lantai satu.. lantai dua... lantai tiga... dan tiba2.. TING!! Irish yg entah lg bengong langsung ngomong "Wah sudah matang..!!" Anak2 langsung ngikik. Iyalah, emank ini di Microwave? Wakakakak. "This is it, Manusia Panggang ala Cheff Farah Queen, Farah Jack and Farah King" (emanknya maen kartu??)

Nyampe lantai 3, anak2 langsung heboh pengen moto2, pengen make teleskop dll. Hape gw pun nyaris di lempar keluar dan jadi korban. Ga berapa lama, kita turun ke lantai 2 pake lift lagi (iyalah! Mau loncat lu pada?).



Poto di atas adalah poto dari kubu cewe yg sedang berpose di lantai 3 Monas. Lalu yg item2 di pinggir foto itu apa? Sudah lupakan saja dia, anggap saja dia itu tak ada atau anda celaka.

Nyampe di lantai 2, temen2 gw makin histeris. Dan entah kesambet apa, Adhika mencetuskan ide terbaiknya "Wah seru nih, tempatnya luas.. kayanya enak maen TAK JONGKOK!!" Gw langsung cengo. Plis deh, tak jongkok gtu lho. Untung anak2 ga terlalu menanggapi ide Adhika, dan akhirnya kita poto2.



Poto di atas adalah poto di lantai 2 Monas dari kubu cewe. Cukup mengesankan kan? Dan skrg mari lihat poto dari kubu cowo. Cekidot.



Poto di atas adalah poto di lantai 2 Monas dari Kubu Cowo. Cukup MENGENASKAN kan? Terutama Akbar yg wajahnya gw tutupin, dia ngamuk. Mau gimana lagi, wajah buronan sih.



Yep, poto di atas adalah poto para perompak yg telah lama buron. Oke, sebenernya itu adalah poto kelas kebanggan gw. X-D a.ka TREN-D!! Wohoo!! Mantap tenan.

Akhirnya kita pada turun dan keluar dari terowongan pintu masuk Monas. Tiba2 kereta yg menuju pintu keluar Monas pun datang. Anak2 sekali lagi bejubel masuk, yg tersisa hanya gw, Listya, Alip, Juhan, Ardiany sama Cindy di pintu masuk. Kita ditinggal. Tega kalian!!



Poto itu adalah poto2 anak yg tertinggal. Kasian, sungguh kasian. Akhirnya kita hanya bisa menunggu dan berharap kereta itu dateng lagi sambil memandangi Monas. Kecuali Listya, hanya dia yg memandangi tong sampah. Mungkin bagi dia lebih berseni Tong sampah tersebut ketimbang Monas.

Ga berapa lama kereta itu dateng lagi. Namun tiba2 supirnya memberi kenyataan menyedihkan. Saat dia menurunkan penumpang, dia teriak di megafon "mohon yang ingin menaiki kereta ini harap mengantri di tempat yang sudah disediakan, dan ANDA DAPAT MENGGUNAKAN TIKET MASUK ANDA UNTUK DAPAT MENAIKI KERETA INI".

Kita diem sebentar, saling pandang satu sama lain. Satu hal yg gw inget, tiket gw ada di Irfan, trus tiket Listya di Siti sedangkan yg lain ga tau deh. Tapi tampaknya hanya Alip yg bahagia. Terbukti dia mampu berlari2 sambil mengangkat tinggi2 tiketnya dan berteriak "HOREEE!!".

Betapa ironisnya, gw ga masuk ga keluar, gw tetep jalan kaki. Yang gw paling kasian yaitu Juhan, tubuhnya tampak kering seperti hanya terdiri dari tulang dan kulit (atau emank gitu ya?). Tiba2 ada yg nelpon Juhan, kayanya sih Anis. Gw denger sedikit percakapannya, kalo ga salah tentang kereta itu. Gw langsung mendengus keras saat mendengat percakapan mereka.

Kayanya Sih Anis(KSA): "Ju, udah sampe mana?"
Juhan: "Nih lagi jalan.."
Listya: "Iya nih! Ga mendengar ya suara penderitaan kita?!"
KSA: "Loh? Ga naek kereta?"
Juhan: "Kan pake tiket.."
Gw: (datengin Juhan dgn tampang gahar)
KSA: "Ah masa? engga tuh, orang ga di cek..."
Gw: "GYAAAAAARRGH!!!" (jerit di telpon)

Watdefak? Ternyata ga dicek sodara2 bawa tiketnya ato ga. Atapilooh!! Padahal kaki gw uda berasa di afro gini, berasa jadi keriting gimanaaa gitu. Dan lebih nyeseknya lagi, pas sampe tempat ngumpul, Listya yg daritadi ngeluh jalan kaki mendapati tiketnya yg semenjak tadi nangkring di tasnya. Dia hanya bisa mewek sambil diiringi suara ngikik gw.

Berhubung perut udah ga bisa kompromi, anak2 pada makan di sana. Mayoritas anak2 pesen nasi goreng termasuk gw, yg lain pesen nasi bebek goreng, pecel ayam dll. Dan ada kabar burung sih, katanya Akbar yg nraktir makan. Akbar yg mendengar fitnah yg tak bisa dipungkiri itu pun hanya cengengesan. Entah kenapa, Akbar jd bengong. Waktu ditanyain Sinyo: "Bar!! Lu apaan?" dia malah jawab "Gw soto!!" gw yg denger jawaban itu langsung ngakak "Lah Bar? Lu manusia apa soto? wakkakaka" dibarengi dgn tawa yg lain.

Anak2 udah mulai makan dengan beringas, cuma Akbar yg belom dateng pesenannya. Mungkin krn Akbar takut dikira beneran nraktir, dia mesen sotonya cuma make toge, biar hemat. Ya tukangnya masak ulang. Wakakakak...



Poto itu adalah poto anak2 yg kelaperan lagi makan dgn buasnya (dan sekali lagi, muka Akbar gw tutupin. Padahal ga sengaja). Maklum perut uda ngejerit. Apalagi Alip yg ga makan dari pagi, mungkin dia sebelum makan udah niat makan sendal jepit goreng ala Ethiopia yg di jual di pinggir jalan.



Poto diatas adalah (dari kiri ke kanan) Tarjo a.k.a Rangga, Mbak2 numpang narsis, Ajis dan Irfan. Entah knp mereka duduk misah dari kita. Selesai makan, kita siap bayar masing2, dan entah kenapa wajah Akbar yg sedari tadi suram ada sedikit cahaya. Begitu gw liad harganya... naujubilah!! Nasgor doank 15rb!! Di rumah gw bisa beli 2 porsi!! Yang lebih parah lagi, es teh manisnya aja goceng!! Mbak, ini es teh manisnya di campur emas atau gimana?

Sesudah perut terisi dan dompet terkuras, kita berniat pulang (awalnya sih pengen balik ke Planetarium. Sinting!). Gw, Alip, Listya, Irish, dan Siti naik mobil Ajis. Yang lain naik BUSWAY bukan BUS OREN.

Begitu sampe rumah, gw sempet khawatir sih anak2 takutnya keujanan. Malah katanya ada yg kepisah2 gitu, namun mereka akhirnya sampe di rumah dgn selamat.


Besok2 lagi yuuuk!!

Oke guys, girls and gay.. udahan ye ngetiknya, jari gw udah ga berbentuk nih.. see ya!!

Jumat, 19 Februari 2010

USG (Ulangan Semester Genap) part 1

Ehem... ehm... ya, saya hari ini akan menyatakan pernyataan serius yaitu... MAAP!! Maapkan gw kalo gw jarang isi blog dari 1, 2, 3... ah pokoknya gw ga isi dari thn 2009, dan gw akui ini kesalahan gw, dan kesalahan hasrat bermain game gw yg berlebihan.

Oke, selama tahun 2010 ini hidup gw banyak mengalami perubahan. Gw jd makin ganteng (so pasti), makin pinter (tentu saja, tentu saja mustahil), dan pelajaran2 di sekolah pun pastinya berubah, dan tingkat kesulitannya meningkat pesat. Skrg yg paling mencolok perubahannya yaitu... JADWAL ULANGAN BLOK SEMESTER 2 GW CEPET BANGET!! Ehm, ya U BLOK semester 2 gw baru dilaksanakan td... fantad, pdhl gw baru menginjak semester 2 gak sampe 2 bulan, tp uda disiapkan untuk dibantai oleh soal2 ujian..., Sekolah yang kejam!!! Tega kamu!!

Hari pertama U BLOK ini jadwalnya adalah Kimia dan Sosiologi. Insting gw mengatakan bahwa, kendala terbesar hari ini adalah Kimia, maka dari itu sehari sebelum U BLOK, anak2 kelas gw berniat fotokopi kumpulan soal2 IPA dari temen gw yg dikasih tahu guru lesnya buat latian. Temen2 gw hendak memfotokopi 9 lembar dan mereka dari pagi uda pantengin tukang poto kopi. Namun entah kenapa kelas gw selalu di anak tirikan oleh tukang poto kopi, katanya dahulukan guru lah, oke kita ngalah, katanya banyakan anak kelas ini lah, ini lah, itu lah... oke, okee!! akhirnya kita tetep ngalah, kita nitip kertasnya ke tukang potokopi dan bakal ngambil pas pulang.

Bel pulang pun berkumandang, anak2 kelas gw berbondong2 ke tukang potokopi dengan napsu yang tinggi layaknya mau aksi anarkis. Pas nyampe, kita mendapati kenyataan yang sulit diterima yaitu... MESIN POTO KOPI NYA RUSAKKK!! GYAAA!!! Oke, skrg gw ngamuk. Gw tereak2 ke tukang poto kopi “Wah maennya ga asik neh!! Ga asik!! Gw tunggu lu!! Gw tunggu lu di depan ger..” kata2 gw terhenti saat melihat dia lagi menggenggam penggaris besi dan tersenyum lebar. Gw ngacir tunggang langgang.

Lalu hari ini, dengan berbekal kotak P3K, tandu, dan otak kosong gw melangkah ke kelas untuk menghadapu U BLOK Semseter 2. Nekat. Total nekat. Tapi setidaknya Arief uda poto kopiin kertas soal kemaren dan ngasihnya tadi pagi. Meski telat, tapi gapapalah,daripada sama skali ga ada harapan.

Pertama kali gw masuk kelas, gw dikejutkan dengan urutan tempat duduk yang diubah. Biasanya dari depan ke belakang sekarang menyamping. Setidaknya gw masih di urutan belakang. Anak2 yg dulunya duduk di depan pun langsung bahagia, terutama Ghufron, temen gw yg kmrn2 duduknya pas banget di depan meja pengawas. Ghupron langsung sujud syukur saat mengetahui dia duduk di deret samping, Ghufron pun keluar dari Kaum Sabi'in dan membuang berhala2nya yg benama Lata, Uzza, Manat dan dia akhirnya insyaf dan kembali masuk Islam.. (Set dah, dikira murtad kali ya?)

Namun kebahagian ini hanya sementara krn akan menuju jurang kehancuran. Dari bangku gw, gw melihat awan hitam dari arah jam 10, dekat pintu masuk... angin berhembus kencang, petir menggelegar, bayangan hitam nan menyeramkan pun merayap melalui pintu masuk kelas... itu.. itu adalah.. Watching Teachers!!! (Guru Pengawas maksudnya)

Guru pengawas ada 2, ada guru cewe, ada guru cowo. Guru yang cewe gw gak terlalu kenal, tp tampangnya sih ramah, dan menurut gw bukan ancaman yang berarti... buat guru yang cowo, gw kenal, dan tampaknya gw harus memberikan cara perkenalan khusus untuknya.

“Dari sudut merah!! Pemegang sabuk hitam Kejuaraan Suit Nasional!! Pemenang Lomba Makan Kerupuk Kulit Death Match!! Seorang yang telah menjadi Legenda di Dunia Hitam!! Dengan tubuh besar dan rambut yang mulai memutih!! Dengan ciri khas tato Naga di lengan kiri dan tato E=mc² alias Emank Mamaku Cantik Cekali di lengan kanan... kita sambut!! Don Indra The Thunder!!!”

Yeah, itu adalah Pak Indra. Dia dikategorikan sebagai guru Killer, Buas, Ganas dan sebagainya. Murid2 yang berhadapan dengan dia sama sekali ga bisa berkutik. Guru ini adalah orang terakhir yg gw harapkan sebagai guru pengawas. Pada saat dia datang, seakan2 semua jd Slow Motion, suasana mencekam, bau kemenyan seliweran, lagu “Darah Muda” nya Roma Irama pun berkumandang (apa coba?). -_-”

Sebenernya gw punya masa lalu kelam sama Pak Indra. Oke yang berpikiran masa lalu kelam gw itu adalah dulu gw punya hubungan dengan Pak Indra dan gw dikhianatinya itu merupakan persepsi yang salah besar. Ini bukan sinetron kawan... Masa lalu kelam gw yaitu pada hari Rabu, pas jam pelajaran pertama, Pak Azwan dan Pak Indra melaksanakan inspeksi kerapihan, terutama rambut bagi cowo. Pak Indra pun memeriksa rambut setiap laki2. Kalo ada yg panjang, langsung diseret ke ruang penyiksaan. Oke ga separah itu sih.

Hasil buruan Pak Indra sudah didapatkan, yaitu 3 ato 4 org cowo. Anehnya, gw ga kena. Padahal rambut gw ini bisa dibilang panjang. Coba gw biarkan ini rambut memanjang sampe skrg, bisa2 jambang gw jd cambuk. Gw pun kesenengan.

Pak Indra yg melihat gw kesenengan, langsung nanya ke gw.

Pak Indra: “Kamu ga kena rambut tuh?” (sambil nunjuk ke gw)
Gw: (kaget) “Eh? Engga tuh pak...”
Pak Indra: “Harusnya kamu kena tuh...”
Gw: “Ooooh....”

hening beberapa saat...

Pak Azwan: (nyeletuk) “Lho? Maju kamu!! Isi daftar pelanggaran!!”
Gw: “Lah? Kok gitu pak? Lah? Lah..?”
Anak2 sekelas: “Mhuahahahahahaah...”

Akhirnya gw jalan ke depan dan ngisi daftar pelanggaran. Damn!! Tapi setidaknya rambut gw ga dipotong sama guru.Guru yang jadi tukang pangkas rambut dadakan, sama aja kaya satpam rumah sakit operasi usus buntu sendirian, jadinya ga bener, misalnya ususnya jadi belibet dan berbentuk simpul mati. Gw selamet dari mal praktek tukang pangkas rambut dadakan....

Emank sih, kayanya rambut gw cepet banget panjangnya. Temen gw sampe ada yang bilang gini “Ji, rambut lu kok kayanya liar banget tumbuhnya? Pake shampo metal ya?” Hal yang gw pikirkan pertama kali mendengar shampo metal adalah: Apa itu shampo metal? Apakah shampo metal berkomposisi paku, mur dan bahan2 material lainnya? (secara metal gitu lhoo.) Adakah Shampo metal untuk anti ketombe? Oke, balik ke topik.

Satu hal yang pasti, gw bakal mampus. Total mampus. Surat wasiat gw uda siap ditanda tangan. Semangat yang tadi uda temen2 gw bangun dengan susah payah pun langsung ambruk layaknya kena gempa. Pada saat Pak Indra datang anak2 langsung suram, seperti kena tekanan batin, engga, mungkin lebih tepat diancam oleh nafsu membunuh. (Entah kenapa skrg kesannya Pak Indra merupakan Algojo mantan pembunuh bayaran yg menjadi guru)

Ulangan pun dimulai setelah Pak Indra membacakan kertas peraturan. Walaupun dgn kepribadian Pak Indra lebih tepat membacakan ultimatum. Gw mengisi soal layaknya babi lepas. Pertama kali gw memindai soalnya, gw bisa jawab 20 soal, kira2 setengahnya. Gw lalu ngebaca soal2 lagi untuk kedua kalinya... blom ada yg bisa gw jawab. Ke tiga kali... masih blom. Ke empat kali... nihil... ADA APA INI!!

Oh man, gw mati kutu. Engga, daripada kutu, gw lebih tepat disebut bakteri, tapi sayangnya ga ada istilah “mati bakteri”.. (apa deh). Gw pasrah, mulai berserah diri pada Tuhan Yang Maha Esa. Woo0o apa yang terjadi, terjadilah... yang gw tau hanyalah menyambung nyawa!!

Yang diluar dugaan, guru yang cewe yg td gw bilang tampangnya ramah malah yg paling aktif ngawasin, sedangkan “Don Indra The Thunder” malah buka laptop. Setiap ada yg tiduran, langsung tuh guru cewe negor “ ssst.. ssstt..!!” sambil nunjuk2 org yg dituju (malah dia mendapati ada yg tidur beneran). Setiap ada yg senderan ke korsi juga dia tegor. Maunya apa sih nih guru!! Tiduran ga boleh, senderan ga boleh trus bolehnya apa? Meditasi sambil melayang?! -_-”

Oke, naluri lelaki gw menyatakan ga mungkin gw mengumpulkan lembar jawaban dengan soal ga dijawab... harga diri gw mau dikemanain? Akhirnya, gw pake ilmu yg menjadi paporit org yg terdesak, yang merajai dunia pendidikan... inilah ilmu terakhir gw... ilmu sok tau mode: on....

Bel tanda waktu mengisi ujian pun selese. Gw keluar ruangan dengan tampang melas, uda kaya abis dijejelin lap kanebo ke muka gw. Saat itu, gw mau tereak “Kimia Keparaat!!” di teras kelas. Tapi gw baru sadar bahwa wali kelas gw juga guru kimia, yang ada gw digampar bolak balik.

Bel masuk pun berbunyi. Pelajaran ke 2 adalah Sosiologi. Saat dibagikan soalnya, gw optimis, krn soalnya ada yg persis sama soal yg td gw kerjain. Pas gw ngerjain soalnya pun ada soal2 yg sama antara satu dgn yg lain. Misalnya 42 dan 43, dia sama soalnya berurut. Parah banget, entah yg bikin nih soal ga kreatip ato dia mengalami De Javu.

Okeh, gw selese ngisi soal, dan langsung ngacir buru2 pulang. Kenapa? Krn sebelah gw masih CEWE KK KELAS PEMBAWA SIAL YG DULU BAWA KARTU LEGITIMASI GW DAN BARU BALIKIN KE GW SETELAH 2 HARI DAN SETELAH GW DITEGOR SAMA GURU!! WUEEEDDAAN!! (baca postingan gw yg dulu)

oke, kita ketemu di postingan berikutnya!!

Rabu, 30 Desember 2009

LIBURAN KE PUNCAK Day 3 (END)

Pagi2 gw dibangunin dgn cara eksklusif.. yaitu digaplok sama seseorang pake bantal sambil tereak "WOI BANGUN WOI!! TIDUR NGOROK MELULU!!" Gw lupa sapa yg gaplok gw waktu itu. Untung bantal di sini ga diisi pake kerikil, kalo iya pasti bonyok gw.

Abis bangun, gw langsung mandi, trus solat Subuh (skali lg, ga usah heboh). Setelah gw solat, gw langsung ngeloyor ke dapur dan bikin teh tarik dan langsung nyantai di depan tipi. Ternyata gw baru sadar kalo gw bangun jam 6 kurang dan gw kira gw bangun jam 8 lewat. Mhuahhaa.

Waktu begitu gw tau sarapan uda siap, gw langsung nyamber piring dan ambil NasGor pake lauk. Ya, gw memang brutal kalo soal makanan.

Selese makan, sekeluarga langsung pada mencar. Ada yg nongkrong di teras, ada yg di depan tipi, ada yg masih gelar tikar di bawah pohon pinus (termasuk gw), ada jg yg nongkrong di WC. Mencret. Gw selagi nyantai di tikar, gw maen kartu sama sodara gw.

Sebenernya kita rencana pulang sekarang, dan menurut gw itu ide yg bagus. Kenapa? Krn reaksi dari ponakan2 menurut gw sama skali ga positif. Antara lain si Sulton, dia jd demen maen layang2. Dia sampe 2 kali beli layangan dan 2 kali jg layangannya putus kalo ga nyangkut. Efeknya, kulit dia jd item. Juga si Bimo, dia jd kecanduan naek kuda.

Yg gw takutkan adalah kalo kebiasaan ini sampe kebawa ke rumah. Mungkinkah si Sulton bakal ngerengek ke nyokapnya "Bundaaaa, aku mau layangan.. aku mau layangan!!!" dan akhirnya Sulton dibikinin layangan dari kolor bekasnya. Oh man, ini sangat aneh. Sebelum situasi semakin memburuk, akhirnya kita langsung merencanakan pulang nanti siang.

Rencananya sebelum gw pulang, gw pengen melakukan hal gila untuk terakhir kalinya disini. Yah misalnya sembunyiin remote tipi villa (apa gilanya coba?!), ato menyatu dgn alam (misalnya pura2 jd bunglon yg nempel di pohon), ato mencoba bertahan slama 5 jam di hutan lindung deket villa gw dan berusaha mencari jalan keluar dgn cuma berbekal aqua 1 botol, korek api, peta dunia dan 3 biji ponakan. (Berhasilkah gw? Tunggu tanggal mainnya... ato lebih tepatnya, tunggu tanggal mokadnya..)

Sebelum gw mencoba kegilaan itu, gw harus charge dulu tenaga gw. Dgn kata lain.... tidur. Gw uda pasang alarm mau bangun jam 10an. Niat abis. Gw coba merem, dan gw langsung ketiduran. Pas bangun, gw buru2 liad jam.... TERNYATA UDA JAM 12 LEWAT!! Mhuahahahah, dasar kebo!! Pas gw liad hape gw, ternyata.... hape gw divibrate sama gw sendiri... jhiahahah bego kuadrat!! Pantesan gw ga bangun!! (ga ada bedanya jg sih, kalopun ga divibrate jg gw ga bakal bangun)

Bangun2 gw langsung ke dapur, ambil nasi sama lauk, trus makan. Ga tau diri. Gw makan kaya org ga sadar, buktinya gw ga sadar nambah (itu mah emank lu kalap ji!!). Abis makan, gw dipanggil ke halaman villa. Ga taunya lg pada mau poto2 bwat kenang2an.

Keluarga besar klan Harahap... coba tebak gw yg mana?! Cari aja yg paling suram... hehe..
Para ibu2 mulai beraksi...


Setelah berfoto ria, kita semua berangkat pulang dgn mobil masing2. Dalam perjalanan, macet merupakan faktor utama gw lama nyampe rumah. Oh ya, waktu macet itu, gw liad mobil sedan item depan mobil gw supirnya keluar dan digantikan sama cewe yg duduk dibelakang. Supir itu pun langsung ngacir ke rumah makan di sisi kiri jalan.

Bbrp menit kemudian, gw liad si supir itu uda keluar dari rumah makan. Dia celingukan, gw ga tau dia cari apaan. Eh, ga taunya, dia lagi nyari mobilnya, padahal tuh mobil sedari tadi ga gerak sama sekali, dan uda nangkring tepat di depan dia. Wakakakaka, satu mobil langsung ketawa.

Di perjalanan kerjaan gw makan melulu. Bekal yg disiapkan dan berencana bakal dimakan selama satu perjalanan malah gw abisin dalam jangka waktu setengah perjalanan. Setelah makan, gw langsung ketiduran. Mungkin kalo ada kontes "Lomba Anak Malas Se-Indonesia" mungkin gw bakal masuk rekor MURI sebagai satu2nya anak manusia yg mirip primata dan mampu makan 3 porsi sembari ngupil dgn tusuk gigi. Oke, ekstrem.

Pas bangun, gw uda nyampe di daerah Depok, deket rumah gw. Bener2 deket rumah gw. Ada apa ini? Uda berapa jam gw tidur? Kok cepet bener? Oke, ga penting.

Ga berapa lama, mobil gw lewat gang kecil dan uda dekeeet bgt sama rumah gw, alias tinggal bbrp belokan lagi. Sayangnya di gang kecil itu ada mobil dari lain arah, jd mobil gw nyempil2 sambil nyoba belok kiri ke arah rumah gw.

Tiba2....

GUBBBRAAKK SREEER GEDABRUUUG GREEENGG....

Ban mobil gw masuk got. Fantad. Untung nyokap gw langsung ngegas dan ga direm, kalo direm pasti tuh mobil bakal nyangkut. Yeah, ga lucu juga sih kita uda berapa jam menempuh perjalanan dari puncak tak ada hambatan, eh giliran uda deket rumah mobil malah nyusruk ke got. Apa yg harus gw katakan ke anak cucu gw?!

Sampe rumah, gw langsung tewas di kasur layaknya singa laut tidur siang tapi malah terseret arus ke Pantai Ancol. Dan gw keringetan. Dan juga gw belom mandi. Kasian. (lho?)

Sabtu, 26 Desember 2009

LIBURAN KE PUNCAK Day 2

Pagi2 gw langsung bangun sekitar jam 5 kurang. Aneh menurut gw, ga biasanya gw bangun pagi saat liburan. Biasanya standar gw bangun dari jam 9-12... yeah, gw emank kebo tulen ciptaan Hitler (knp coba harus Hitler?! gajebrot).

Abis mandi gw langsung solat Subuh (ga usah heboh deh). Keluarga besar gw langsung disuguhi bubur hangat yg boleh kita racik sendiri. Pertama gw liad buburnya cuma satu panci kecil, gw gumam "Mana cukup buat satu keluarga besar gini? Yg ikud kan kira2 30-an..." tiba2 gw liad baskom gede deket kompor, gw buka, ternyata isinya bubur juga... hmmm, kita siap mabok bubur.

Oke, buat sarapan, gw racik sendiri bubur gw. Pake suwiran daging balado, abon, pangsit, buntut cicak dan lainnya (dan rasanya edan!! enak bgt!! Oke kecuali buntut cicaknya, gw cuma becanda) sambil ditemani teh tarik. Mantaaaff.

Abis makan, gw nonton tipi sambil sesekali ngeliad halaman villa (yg menurut gw lebih mirip hutan lindung... ato emank beneran? hmmm) yg diisi keluarga besar yg lg kumpul2 pake tikar dibawah pohon pinus. Hmmm suasana yg sangat asri. Tapi tiba2 suasana ini terganggu dgn datangnya musik indiahe yg dipake kk Sybil buat aerobik. Bagus bgt.

Bbrp saat kemudian... gw makan lagi. Ya, hawa dingin membuat napsu makan gw meningkat berkali2 lipat. Btw, kayanya gw di sini bener2 jd orang aneh deh, sodara2 gw yg laen minumnya air anget, gw air dingin. Yang laen mandi pake air anget, gw pake air dingin. Yang laen napas pake idung, gw pake udel. Oke yg terakhir gw canda.

Tapi di sini suasanya beda bgt sama Jakarta. Selain sepi, di sini entah knp waktunya kaya lebih cepat 2 jam dari biasanya. Misalnya kalo jam 5 sore masih ada matahari, di sini jam 5 sore uda kaya jam 7 malem. Aneh.

Gak lama kemudian tukang2 jualan beraksi. Dari yg jualan layang2, balon sabun, jajanan, kuda. Oke, yg terakhir gw sebut bukannya dia jual kuda, maksud gw dia menawarkan anak2 kecil buat naik kuda... lagian buat apa coba ada pengunjung beli kuda? Mobilnya ilang trus kudanya di pake buat pulang apa? Mana bisa lewat tol?! Sekaya apa coba pengunjung itu?

Oke kembali ke topik. Ponakan gw sama sodara gw yg kecil (Sulton, Luna, Bimo Zia) langsung nyatronin tukang balon sabun dgn ganasnya. Gw yg lagi nyantai di bawah pohon pinus cuma bisa geleng2 kepala liad mereka sambil gumam "gak kenal... gw gak kenal tuh, gak kenal...". di bawah ini adl bbrp poto saat itu.

Bimo lg niup balon... monyongnya ga nahaan....

Kumpul2 layaknya pedagang kaki lima... boleh bu tikarnya...

Para ponakan bahagia bisa naik kuda, abis itu Bimo nangis gara2 kudanya pulang...

Ini adl poto Nadia, sodara gw.. dia berusaha menjadi ojek dgn trayek Jakarta-Madura buat ongkos pulang... gempor dah lu...

Bbrp saat kemudian, datanglah tukang pernak pernik dan langsung diserbu sama org2 batak ini. UOH!! Peristiwa tawar menawar yg sangat sadis pun tak terelakkan lagi. Gw yg lagi milih oleh2 buat temen2 gw langsung nawar dgn gw gempur habis2an.

Gw: "Bang, ini berapa semua?!"
Tukang Jual Pernak Pernik (TJPP): "Itu? Hmmm 55 rb de..."
Gw: "45 deh baang... kan pada borong neh.."
TJPP: "Ga bisa de... kalo ga 50 deh..."
Gw: "45 BANG!! MAU KAGA!!" (Bataknya keluar)
TJPP: "O-oke... oke 45, OKEE!!" (menyerah tanpa syarat)

Huahhahaah, soal tawar menawar jgn pernah melawan klan Harahap ini (marga gw)!! Sabar ye TJPP. Jangan salahkan bunda mengandung, salahkanlah org2 batak yg haus akan harga murah ini. Mhuahahhaha. Dan sodara2, total yg dibeli keluarga gw adl 205 rb, dan semuanya dibayarin Om Memen, om gw!! Wogh!!! Tengkiu om!!

Btw, gw punya poto lucu ttg Om Memen lho... hahhahah... maap ya om memen.. Cekidot.

Om Memen di balik semak2... sungguh mencurigakan melihat mimiknya...

Coba tebak Om Memen lg ngapain?! Salah!! Yang bener lg kupas jeruk!! HWAHHAHAHAHA.... Knp juga harus kupas jeruk di balik semak2 sih om, kan org2 pada curiga om lg ngapain... HWHAHAHAHAHA.... (dasar ga tau diri, uda dibayarin oleh2nya jg) peace om!!

Abis itu dari siang-sore, gw maen PS Resident Evil. Entah knp gw maennya ditonton sekeluarga. Gw jd ga enak dipantengin gtu sama keluarga gw. Gw jadi merasa dewa game, huehehhehe *PLAAAKK*.

Sambil maen PS, gw liad halaman dan ternyata pada nyiapin bakar2an. Wow, ikudd ah. Akhirnya gw berhenti maen PS dan bertugas sbg pengipas pemanggang. Selama gw bakar2an, ternyata gw baru sadar gw ngipas sendiri dan di halaman ga ada org. Uda kabut mulai turun lagi. Gw jd ngeri begitu inget kesan pertama Bimo ke sini. Tapi ga berapa lama Bang Vally sama Luna dateng bawain singkong sama ubi. Luna bantuin gw ngipas. Selama Luna ngipas, Luna nyanyi2 ga jelas.

Luna: "kamu, dibakar!! kamu dibakar!!" (sambil ngipas keras2 dan nyanyi ke singkong sama ubinya)
Gw: (cengo)
Luna: "Kamu DIBAKAR!! Kamu DIBAKAR!!!" (tetep, nyanyiin singkong n ubinya sambil ngipas)
Kk Sybil: "Ya Oloh, plis deh brutal bgt sih anak2 gw...."
Gw: "Hahahahahaha..."

Yeah, Luna kamu brutal sekali. Gimana ga frustasi tuh singkong sama ubi.

Rencananya kita cuma bakar ubi sama singkong. Berhubung kita adalah manusia yg tak pernah puas, akhirnya jagung juga kita bakar. Masi blom puas? Ayam datang siap dibakar jg... masi blom juga? Sosis 2 lusin juga uda siap dikorbankan. Akhirnya yg rencananya cuma bakar2an kecil2an jd pesta pora dgn ditambah roti bakar, nasgor roa, mendoan, ikan asin dll. Yeah, ruang di perut uda siaap!!

Yg gw bingung, kok bisa2nya ada TERONG bakar di menu bakar2an saat ini? Gimana tuh rasanya?! Akhirnya gw siapkan iman dan takwa buat coba tuh terong bakar. Pas gw nyamperin meja tiba2... terongnya abis. Ternyata laku juga ye?! Btw dibawah ini adl poto2 hidangan yg disuguhkan saat malem itu.
Nasi Goreng Roa + mendoan + telor ceplok + ikan asin = ga puas!! makan lagi!!
Roti bakar... walau agak gosong tp tetep laku... hmm yummy!!Jagung Bakar yg dikafanin.. Rest In Peace.... tp enak lho!!
Pemanggang pol, masi ditambah jg... parah...

Pada pantengin pemanggangan untuk menyambung hidup... takut keabisan!!

Yeah, mantaaff bgt daahh.... kita mabok kawan... mhuahahaha. Dih, jd ngiler lagi gw liad nih poto2. Abis pesta pora diatas, semua om dan tante gw pada mau tidur sedangkan yg muda mudi masih pada nyantai. Iyalah, secara tuh acara selesai jam 8 lewat tp suasananya uda kaya jam 11 malem. Ckckckck.

Muda mudi pun mencari cara menghibur masing2. Ada yg maen hape, sms-an, mesra2an sama pasangan (suit suiit) dan ada jg yg maen PS Winning Eleven (sepak bola gitu). Gw cuma smsan sama temen gw Listya yg sedari tadi ngarep gw beliin topi kupluk (padahal kupluknya model maling gitu). Tadinya gw ditawarin maen PS Winning Eleven, tp ga mau. Kenapa? Maklum gw ga terlalu suka dan ga begitu tau soal bola. Pokoknya jangan pernah tanya gw soal sepak bola, yg gw tau cuma Zidane itu botak dan Christiano Ronaldo adl sodara jauh gw.

Lalu? Apakah kami kenyang?! Apakah kami puas?! Tentu saja... TENTU SAJA TIDAK... Ya, para muda mudi abis ini ada acara lagi yaitu ke PSK. Ehm, oke yg gw maksud PSK bukanlah cewe2 (malah kadang2 cewe jadi2an) yg sering nongkrong di pinggir jalan buat cari setoran, tapi yg gw maksud PSK adalah semacam warung Sate Kiloan. Gw ga tau kepanjangannya.

Kita mulai menjalankan operasi sekitar jam 10 kurang. Sebelum berangkat kita kunci villa dulu. Kita menuju kesana membuat konvoi 2 mobil. Sampe di tujuan, gw mulai membaca menu2 yg ada dan harganya... bombastis abis. Yang paling bombastis adalah harga kambing guling 10kg yaitu... 1 juta. Monyet, gue loakin hape gw jg ga bakal cukup (iyalah, hape gw model jadul).

Sesudah makan, kita juga ga lupa pesen buat oleh2 utk org2 yg di villa. Kita langsung balik ke villa. Nyampe villa, bang Vally ngomong ke gw.

Bang Vally: "Ji, itu kayanya lampu dlm mobil kamu nyala deh?"
Gw: "Ah masa?"
Bang Vally: "Iya tuh, liad aja!" (sambil nunjuk mobil gw yg di halaman villa)
Gw: "Oooh... iya ya, tar matiin deh"

Pas gw turun, bang Vally ngasi gw konci. Tanpa pikir panjang, gw langsung nyamperin mobil gw dan gw coba buka pintunya pake konci yg dikasi Bang Vally. "Kok ga bisa ya? Knp nih?" pikir gw. Pas gw perhatiin, ternyata di kunci itu ada gantungan kunci, dan di gantungan kunci itu bertuliskan.... "Kunci VILLA".... BEGOOOO!!! Mhuahahha, untung yg liatin gw saat itu cuma Nadya sodara gw, coba semua org, bisa kicep gw diketawain org2. Maklum, abis tadikan bang Vally ngomongin mobil ya gw kira itu konci mobil. Saat itu, gw merasa idiot.

Mumpung yg laen blom sadar kalo gw kobel2 lubang konci mobil gw dgn konci villa, gw buru2 stay cool dan menuju pintu Villa. Pas gw baru sampe pintu, bang Vally ngomong lagi.

Bang Vally: "Lho Ji!! Pintunya bukan yg disitu!! Pintunya yg ini!!" (nunjuk pintu satu lagi)
Gw: "Eh? emank iya?!"

Pas gw perhatiin pintu yg gw samperin, TERNYATA PINTUNYA GA ADA LOBANG KUNCINYA!!! Mhuahahahahah, GOBLOOKK!!! Ternyata ini pintu tipe dorong, dan kalo dikunci perlu digrendel. Saat itu, gw merasa idiot untuk kedua kalinya.. sangat idiot. Tampaknya kebanyakan makan bisa menurunkan kemampuan otak jg. Untung ga ada yg ketawain. (iyalah, kan yg lain juga pada pantengin pintu yg sama kaya gw, kecuali bang Vally)

Pas masuk villa, gw buru2 ambil konci mobil lalu matiin lampunya dan langsung tidur. Bukannya ngantuk, tapi takut ada yg menyadari kebodohan gw dan dibahas. Bego dah gw.